"LIBURAN" MOMEN BERBAKTI PADA KEDUA ORANG TUA
Sebagai seorang anak, sudah barang tentu menjadi kewajiban kita untuk menghormati apa yang menjadi perintah dari orang tua kita selama dalam hal kebaikan. Mereka adalah orang yang mejadi perpanjangan tangan Allah SWT. dalam mengarahkan kita serta menjadi kontrol dari segala tindak-tanduk kita hidup di dunia.
Sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang mana merupakan organisasi mahasiswa islam sudah seharusnya memahami akan hal diatas. Karena dalam sabda Nabi Muhammad SAW. juga pernah menyampaikan akan pentingnya menghormati orang tua
طَاعَةُ اللَّهِ طَاعَةُ الْوَالِدِ, وَ مَعْصِيَةُ اللَّهِ مَعْصِيَةُ الْوَالِدِ. (رواه الطبرني)
"Taat kepada orang tua berarti taat kepada Allah, dan durhaka kepada orang tua berarti durhaka kepada Allah." (HR. Imam Thobroni)
Dalam hadist diatas kita diberikan sebuah gambaran akan penting dan wajibnya kita untuk taat kepada orang tua. dengan disandingkan derajatnya dengan taat kepada Allah menjadikan kita sebagai seorang anak sekaligus kader dari organisasi mahasiswa islam haruslah dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan kita. bahkan sebaliknya ketika kita durhaka, membangkang, dan menyalahi apa yang menjadi perintah dari orang tua kita, kita seakan telah durhaka kepada Allah yang mana kita sepakati bersama bahwa hidup dan mati kita semata untuk menggapai ridho-Nya. lalu bagaimana jadinya ketika kita justru mendurhakai dzat yang kita harapkan ridhonya itu? Naudzubillahi mindzalik
Selain dari hadist diatas juga ada hadist senada, yakni:
رِضَى اللَّهِ فِيْ رِضَاءِ الْوَالِدَيْنِ
"Ridho Allah bergantung kepada ridho kedua orang tua"
Di momen libur semester ini sudah barang tentu menjadi hal yang sangat tepat untuk kita mengabdikan diri dan mengamalkan apa yang diajarkan Nabi SAW. dalam dalam dua hadist diatas. baik dengan ikut membantu pekerjaan rumah, menjaga saudara kita, bahkan membantu pekerjaan pokok orang tua seperti berdagang, bertani, dan lain sebagainya. semua ditujukan semata untuk mendapatkan ridho mereka yang mana juga merupakan ridhonya Allah SWT.
Mentaati perintah orang tua bukan tanpa batasan, diawal sudah disampaikan bahwa taatlah selagi itu dalam hal kebaikan. karena ada beberapa perintah atau bahkan larangan orangtua kita yang justru menjauhkan kita dari Allah SWT. mengapa bisa terjadi demikian? jawabannya sudah jelas bahwa orangtua kita juga adalah manusia yang mana mereka berpotensi melakukan kesalahan dan khilaf "الأِنسَانُ مَكَانُ الْخَطَءُ وَ النِّسْيًا". Maka dari itu, kita juga harus jeli untuk bisa memfilter mana saja hal yang wajib kita taati dan mana saja yang justru kita yang harus memberikan pengertian.
Berbaktilah kepada keduanya, karena jika bukan dimasa libur seperti ini kita akan susah berjumpa dan bertatap muka dengan mereka. manfaatkan liburan ini semaksimal mungkin untuk bisa membahagiakan mereka, hadirkan rasa bangga dalam diri mereka bahwa telah tepat dalam mendidik anak-anaknya. Bangun kedekatan dengan sering bercengkrama, jangan sampai karena rasa canggung dan malu justru menjadi dalih kita untuk tidak melakukannya. mintalah selalu doa terbaik mereka sehingga kehidupanmu senantiasa diberkahi.
مَنْ بَرَّ الْوَالِدِيْهِ طُوْبَى لَهُ وَزَادَ اللَّهُ فِيْ عُمْرِهِ. (رواه البخاري)
"Barang siapa yang berbakti kepada orang tuanya, beruntunglah dia, niscahya Allah memeprpanjang umurnya" (HR. Bukori)
SUMBER:
Al-Hasyimi. Sayyid Ahmad, SYARAH MUKHTAARUL AHAADITS, CV. "SINAR BARU" BANDUNG, hlm. 562, 850.

Komentar
Posting Komentar