PK IMM Hisyam dan Yunus Anis membekali kader sebelum mengikuti DAD

 


 Ahad(10/11/2024), PK IMM Hisyam dan Yunus Anis melaksanakan pra-DAD yang bertempat di Curug Telu, Baturaden. Kegiatan ini merupakan bentuk pembekalan kepada calon kader nantinya terkait materi yang akan disampaikan pada Darul Arqom Dasar (DAD) yang akan dilaksanakan akhir bulan ini. 

 Kegiatan ini calon kader diberikan pembekalan mengenai materi Kemuhammadiyahan dan ke-IMM an. Materi Kemuhammadiyahan disampaikan oleh Immawati Fita Agustiani (Demisioner ketua umum PK IMM Hisyam 2023/2024). Diawali dengan pertanyaan "apa yang kalian tau tentang Muhammadiyah" kepada calon kader, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan dilanjutkan diskusi.

 Dalam forum materi Kemuhammadiyahan ini terlaksana diskusi aktif dari calon kader dan pemateri. Giri (calon kader) memberikan pertanyaan berupa "bagaimana cara Muhammadiyah bertahan sampai sekarang dengan usia yang mencapai 118 tahun?". 

 "Alasan bertahannya Muhammadiyah hingga usia yang cukup tua, 118 tahun. Adalah karena Muhammadiyah bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Yakni dengan kemampuan adaptasi terhadap kondisi zaman yang ada" 

 "Selain itu, Muhammadiyah hadir menjawab permasalahan yang ada di masyarakat. Yang kita tahu masalah di masyarakat itu tidak pernah ada habisnya." Jawab IMMawati Fita Agustiani. 


 Dilanjutkan dengan materi ke-IMM an yang disampaikan oleh IMMawan Fikri Ahmad Fadhilah (Demisioner ketua bidang organisasi 2023/2024). Dalam materinya menyampaikan mengenai latar belakang lahirnya IMM. Beliau menyampaikan lahirnya IMM meliputi banyak problematika, baik masalah mengenai keresahan dari pendirinya (Djazman Al-Kindi, Soedibjo Markus, Roshad shaleh, dkk), tidak adanya wadah bagi kader Muhammadiyah di PTM, adanya narasi yang mengatakan IMM sebagai anak dari PKI (Partai Komunis Indonesia) yang ketika itu paham Komunisme adalah terlarang, atau justru dikatakan pecahan dari HMI. 

 Selain itu disampaikan pula trilogi dan tri Kompetensi IMM sebagai hal yang harus tertanam dalam jiwa masing-masing kader. Disini pemateri menekankan pada poin apa saja yang akan menjadi pertanyaan dalam prosesi screening nantinya dengan instruktur.

  Pemateri juga menekankan supaya calon kader menghafal dan memahami trilogi dan tri Kompetensi dasar IMM sesuai tekstualnya. Diakhir sesi mas Fikri (begitu bisa dipanggil) menyampaikan dalam closing statemen-nya kutipan kata pepatah:

 

"Sejarah adalah cara kita mengetahui diri sendiri" 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IMM ada untuk kita

Revitalisasi Humanisme IMM : Berkontribusi dalam Kaderisasi Ikatan

" AKU DAN PUISI "