Menjalin Romantisme bersama Tuhan: Implementasi Tauhid Asma' Wa Sifat

MENJALIN ROMANTISME BERSAMA TUHAN: Implementasi Tauhid Asma' Wa Sifat

Oleh Abdul Jabbar Hekmatyar 

 Dalam pengertian bahasa, tauhid berasal dari bahasa arab "وَحَّدَ - يُوَحِّدُ - تَوْحِدًا", yang artinya esa, atau satu yang tiada duanya. Dalam pengertian Istilah Islam, tauhid adalah mengakui dan meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya dzat yang menciptakan, merawat, serta yang berhak disembah. Sebagai umat Islam, tauhid menjadi hal utama. Ini dibuktikan dengan susunan rukun keimanan yang menempatkan iman kepada Allah dalam poin pertama. Selain itu, ketauhidan kepada Allah adalah konsekuensi dari syahadat yang merupakan syarat utama masuk Islam. Konsekuensi yang dimaksud yakni harus mentaati dan melaksanakan apa yang diperintahkan Allah serta menjauhi apa yang menjadi larangan-Nya. Sehingga menjadi keharusan bagi umat Islam untuk senantiasa menjaga ketauhidannya dalam segenap aspek kehidupan. 

 Para ulama membagi tauhid dalam tiga pokok utama, yaitu tauhid Rubbubiyah, Tauhid Ulluhiyyah, dan Tauhid Asma' wa Sifat. Tauhid Asma' wa Sifat merupakan peng-Esa-an kepada Allah melalui nama-nama baik-Nya yang dikenal dengan asma'ul husna. Dalam mushaf Al-Qur'an, termaktub 99 asma'ul husna yang merupakan rangkuman dari seluruh nama baik Allah dalam ayat yang difirmankan-Nya. 

 Wujud Implementasi Tauhid Asma' wa sifat adalah terbangunnya paradigma bahwa Allah adalah dzat paling sempurna dan satu-satunya yang dapat diandalkan. Menjadi satu-satunya tempat bersandar bagi manusia dan seluruh mahluk. Terbangunnya paradigma diatas secara tidak langsung pula membangun kedekatan spiritual hamba kepada Allah SWT. Wujud kedekatan tersebut adalah dengan senantiasa menyebut nama-Nya dengan sifat-sifat baik yang dimiliki-Nya. 

 Asma'ul husna tersebut ditujukan untuk digunakan dalam doa kita supaya menjadi semakin relevan dan tepat sasaran. Ambil saja contoh ketika seorang berdoa meminta ampun kepada Allah, maka bisa menggunakan asma'ul husna "Al-Ghoffaru" yang "berarti Maha Pengampun . Atau ketika kita sedang meminta diberikan rezeki maka dapat menggunakan nama "Al-Ghoniyu" yang berarti Maha Kaya. Penggunakan nama asma'ul husna dalam interaksi dengan Allah lewat doa menjadi sarana menjalin kedekatan antara kita dengan Sang Pencipta. 

 Dalam ilmu filsafat aksiologi, ada konsep etika, moral dan estetika. Tauhid Asma' wa sifat menempati konsep estetika. Yang mana berfungsi memberikan keindahan kepada pola interaksi antara seorang hamba dengan pencipta. Dalam hal ini asma'ul husna adalah nama nama baik nan indah yang dimiliki serta dideklarasikan oleh Allah dalam menyebut diri-Nya sendiri. Sehingga memunculkan kesan romantis setiap kali seorang hamba menghadap dalam doa. 

 Sebagaimana diketahui, asma'ul husna merupakan representasi sifat wajib Allah. Sifat yang melekat dalam dzat paling sempurna seantero alam. 99 nama yang agung nan mulia artinya. Nama yang juga menunjukkan keagungan dan otoritas Allah sebagai Tuhan satu-satunya, yang tiada tandingan. Namun bukan berarti adanya asma'ul husna yang termaktub dalam Al-Qur'an menjadi pembatas, bukan berarti tidak boleh kita menyebut nama-Nya dengan selain yang ada di sana. Dibolehkan kita menyebut nama-Nya dengan sekehendak kita selama masih dalam koridor batas syariat _merepresentasikan kebaikan atau hal positif.

 Jika dapat diibaratkan, pengaruh penggunaan asma'ul husna dalam doa untuk menjalin kedekatan kepada Allah dengan potensi terkabul adalah seperti ketika kita berinteraksi dengan pasangan kita. Ketika kita meminta tolong kepada pasangan kita dengan memanggil nama yang istimewa atau panggilan sayang, akan dengan senang hati dikabulkan dan bahkan memberikan lebih dari yang diminta. Akan berbeda hasilnya ketika kita memanggil langsung namanya, justru pasangan kita akan marah, cemberut, ngambek dan lain sebagainya yang berujung tidak mengabulkan permintaan kita. Dengan menyebut asma'ul husna-Nya, terbangunlah suasana romantis dalam melantunkan doa, dengan cara memuji Allah lewat lantunan kata indah diiringi panggilan mesra, semakin menguatkan ikatan antara keduanya. 

 "أُدْعُوْانِيْ أَسْتَجِبْ لَكُمْ" 

yang artinya "berdoalah pada-Ku, akan Aku kabulkan untuk kalian". Mengisyaratkan bahwa Allah begitu dekat dengan kita. Tinggal bagaimana kita menjalin hubungan kedekatan dengan-Nya. 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IMM ada untuk kita

Revitalisasi Humanisme IMM : Berkontribusi dalam Kaderisasi Ikatan

" AKU DAN PUISI "